Cari Blog Ini
Jumat, 09 Desember 2011
Syifa Maharani bersama MMT nge bahas Search Engine
Syifa Maharani, yep that's my name, as you can read this, blog ini sebenarnya test alogritma Google Search Engine bener ga sih? Ok, kita tunggu beberapa hari kedepan ;)
Jumat, 18 Maret 2011
Jeda untuk Hening..
Jeda untuk
Hening..
Menepi sejenak
untuk hening..
Sejenak hening
untuk jeda..
Sejenak untuk
jeda agar hening..
Belajar berjeda
dengan hening, berjeda untuk belajar dalam hening..
Ini bukan
sekedar jeda, ini jeda agar belajar hening..
Tidak usah
bertanya, hanya hening..
Belajar pada
hening,
Tidak belajar
untuk bertanya, tapi mengertilah bahwa hening akan mengajarkannya pelajaran
tentang jeda..
Maka jeda
memaknai hening, mengerti hening agar tidak berjeda..
Jeda tidak
berhenti,
Ini jeda dalam
hening..
Tidak akan
berhenti ber-hening ketika terus belajar dalam jeda..
Jeda dalam
hening mengajarkan makna
Sabtu, 12 Maret 2011
Jika “mereka” adalah masing-masing dari kita, maka itulah keberuntungan kita…
Ini
adalah gerimis kesekiaan di minggu ini. Memang sangat tidak ada istimewanya,
teramat biasa untuk kota hujan seperti ini.
Gerimis kecil yang tak ada apa-apanya dibanding deras hujan hari lalu yang
dilengkapi dengan gelegar guntur dan kilatan cahaya yang membelah langit di
atas sana. Gerimis kali ini pun tak lama, sepertinya hanya ingin bersapa dan
dengan senja yang mengarak malam.
Bercengkrama,
menggelitiknya..bukan mengusik. Sekedar menunjukkan rasa… Sungguh inilah
romantisme yang tak terkatakan. Tak perlu berucap, tapi tak mendangkalkan makna
dalamnya, . Elegan, dan tidak gombal.
Dan
inilah wangi tanah yang terhidang, ramuan ideal dari gerimis bercmpur debu dan
pertikel tanah. Wangi nya sedikit manis, tajam tapi tidak menyesakkan.
Sore
makin turun. Sore ini pun tidak seseram sore kemarin yang gelap . Sore ini
justru menyerupa sore yang hangat dengan lembayung menguar cahaya kuning setelah
gerimis kecil tadi berlalu. Meninggalkan
titik air dan suasana lembab yang justru menghangat.
Semu
memang..mngkin tak ada sebenarnya, tapi terasa..hadir tanpa mewujud.
Menyerupa…ya..bgitu saja aku katakan.
Kata
dan sebutan menjadi tidak penting,, hanya rasa dan kemudian logika memainkan
peran. Sudahlah..tak perlu melankolis, toh hidup memang terlalu keras untuk di
melankoliskan. Terlalu getir untuk diratapi,, namun tetap saja terlalu berarti
untuk sekedar dilewatkan tanpa manfaat bgitu saja.
Biarkan
mengalir saja, toh bukankah semua sudah dituliskan? Meski begitu, tetap saja
ada usaha, manifestasi sebagai makhluk yang dititipi nyawa oleh Sang Maha
Segalanya..
Hidup
ini paradox, tidak mutlak hitam atau putih.
Tidak mutlak benar atau salah,, didalamnya justru berisi banyak
alternative. Bukankah sepuluh saja bisa didapat dr enam+lima-satu? Atau mungkin
duabelas-dua, atau bahkan lima+lima andaikan ingin terlihat imbang. Ya, hanya
TERLIHAT IMBANG,karena bukankah kita
tidak tahu bahwa arti “lima” untuk satu dan lainnya adalah sama.
To Be Continued…
Selasa, 08 Maret 2011
Surat untuk Kawan =)
Surat untuk Kawan =)
Dan suatu saat kita akan bertemu layaknya sahabat lama yang
memuaskan rindu dengan cerita-cerita yang beraneka. Tapi itu tidak sekarang,
kawan. Bukan..bukan saat ini. Tapi nanti..yang entah kapan adanya, tapi aku
yakinkan akan ada saat itu. Saat kita bercerita dengan ceria, saling takjub
untuk pengalaman hidup yang saling terlewatkan satu sama lain, atau mungkin
saling mentertawakan bagian cerita saat ini sebagai kejadian konyol yang
menggelikan. Entahlah.. tapi yang pasti nanti akan lebih menyenangkan,
kawan..akan lebih saling nyaman satu sama lain. Percayalah.. Tapi tidak untuk
saat ini, =).
Sekarang biarkan saja..seperti ini..dan
seperti adanya. Bukan karena kita saling menghukum. Bukan karena kita saling
membenci (tak akan pernah ada sekalipun, aku berani bertaruh untuk ini XP)..atau
karena kita saling mengingkari, dan terlalu pengecut untuk saling memahami atau terlalu jumawa untuk
saling menundukkan ego. Bukan itu,
kawan. Hanya saja, ada sejumput
waktu, ruang, dan jarak yang pas dan kita butuhkan agar kita mampu kembali
sebagai kawan. Bukan berarti saat ini kita tidak ber-kawan. Tapi anggaplah bahwa ini hanyalah bagian dari
rule untuk stage ini, layaknya bagian
dari sejumlah game yang sangat kau
suka sejak masa sekolah dulu *aku ingat betul kawan, betapa kau sangat
menggilai game2 ini sejak dahulu sewaktu kita masih putih abu dan bahkan putih
biru, maka nanti ketika kita bertemu lagi entah di titik mana dan waktu yang
mana, aku akan memanggil namamu “Bezerk” meski aku tak tau pasti apakah kau
masih menggunakannya atau tidak =).
Hi, kembali lagi pada game ini. Game ini
sangat berbeda kawan, tak ada yang boleh saling menyerang, startegi nya hanya
satu, saling menjaga jarak, saling mengendalikan rasa penasaran akan perjalanan
hidup satu dan yang lainnya masing-masing, saling menyeimbangkan agar maisng-masing dari kita dapat melewati stage
ini dengan baik. Nanti, diujung track nya, tidak akan ada yang saling mempercundangi,
tidak ada yang menang atau kalah atas satu dan lainnya. Karena ini bukan game
balapan karakter musang licik seperti satu-satunya game yang dapat aku mainkan
di komputermu itu =).
Bukan itu, ini adalah game petualangan yang
berisi tantangan untuk mampu mengalahkan
monster seram di final track sana yang mewujud dalam ketinggian ego dan kepengecutan
masing-masing atau mungkin sekedar rasa bersalah yang tak pernah saling
terucapkan. Aku akan memenangkan game ini, aku yakinkan. Begitu juga dengan kau
yang akan berdiri di podium juara bersama. Tapi aku takkan beritahukan strategi
ku, begitu juga aku yang tidak tertarik dengan strategimu. Karena itulah, aku
tidak bertanya strategimu, meski sering kau katakan strategimu padaku. Strategi ini
tidak berlaku general, bukan persamaan umum yang dapat digunakan bersama untuk
semua soal. Maka itulah kenapa, beberapa hari yang lalu, aku katakan padamu
untuk menghentikan contekan strategimu padaku. Sekaligus, menghentikan cara mu
bertanya bagaimana aku melewati stage berat ini, bagaimana kondisi ku, atau
sekedar bertanya ak pergi kemana, untuk apa, dalam urusan apa, dan bersama
siapa.
Hei… dalam
game ini tidak diperkenankan kawan, aku ingatkan lagi ya, mungkin saja kau lupa,
begitu juga sebaliknya. Tolong ingatkan ak kalau akupun lupa untuk peraturan
penting ini…, kita belajar konsisten disini, kawan..ahaha =). Dan
sebentar..sebentar, aku belum katakan sebelumnya: game ini tidak tercipta
begitu saja, melainkan bagian terintegrasi sebagai konsekuensi atas pilihan sebelumnya. Aku punya strategi sendiri, dan aku katakan lagi, disini tidak
berlaku persamaan umum untuk strategi game ini., jadi strategimu tidak berlaku
buatku, begitupun sebaliknya =).
Di luar caraku berstrategi di game ini,
takkan ada yang berubah dari aku. Aku akan tetap seperti ini, tetap mampu
tertawa keras untuk satu hal jenaka, dan kau sangat berhutang untuk meyakinkan
aku bahwa kau pun akan berlaku demikian. Tentu dengan gaya yang berbeda,
seperti biasa. Aku dengan kondisi ekstrovert yang sangat dan kau yang lebih
nyaman dengan gaya introvertmu, pastinya =). Terserah saja, bukankah tak ada
yang salah dengan gaya kita masing-masing?.. =). #nanti kalau pun kita berjumpa
di salah satu episode dalam game ini, maka jangan sungkan sapa aku ya..aku pastikan aku jg akan berlaku demikian, jadi
jangan khawatir..=)
Aku
pastikan, ini hanya sementara. Bukan untuk menghindar darimu. Hanya jeda untuk
mengmbalikan kondisi dengan lebih baik. Tapi ini adalah gamenya..*hai..bukankah
kau sangat menyukai game, jadi ini pasti akan sangat asyik sekali..ahaha =)
Nanti, ketika semuanya lebih baik. Maka kondisi nya akan kembali
normal. Aku pastikan itu. Apakah kau tau pepatah ini: “Tidak perlu sebutir
peluru dan juga tetesan darah untuk bisa memenangkan perang. Yang dibutuhkan
hanya kesabaran dan keteguhan hati yang panjang”. Mungkin inilah persamaan
umum yang dapat digunakan dalam game ini.
Have Fun, ;)
Note: 1hari setelah ak mengenalkan game ini padamu, kawan…ak mndengar lagu
ini: “Sheila on7 > Mudah Saja”. Lumayan seru buat nmbah playlist. Try it..=).
Ini liriknya, kawan..
Tuhan,
aku berjalan menyusuri malam setelah patah hatiku..
Aku
berdoa, semoga saja..ini terbaik untuknya
Dia
bilang: “kau harus bisa seperti aku, yang sudah biarlah sudah..”
Mudah
saja…bagimu..
Mudah
saja..untukmu..
Andai
saja…Cintamu seperti cintaku..
Selang
waktu berjalan..kau kembali datang
Tanyakan
keadaanku
Ku
bilang: “Kau
tak berhak tanyakan hidupku,, membuatku smakin terluka”
Mudah
saja…bagimu..
Mudah
saja..untukmu..
Coba
saja…Lukamu seperti lukaku..
Kau tak berhak tanyakan
keadaanku
Kau tak berhak tanyakan
keadaanku
Langganan:
Komentar (Atom)